Oleh : Admin Desa
ULU WAWO – Program ketahanan pangan Desa Ulu Wawo tahun 2025 terus diperluas. Setelah sukses menjalankan budidaya ikan bandeng, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Harapan kini memulai penanaman jagung di atas lahan seluas 40 are sebagai langkah diversifikasi pangan dan peningkatan pendapatan desa.
Kegiatan penanaman dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 di Dusun I Desa Ulu Wawo. Lahan yang digunakan merupakan lahan sewa yang dikelola BUMDes dengan sistem bagi hasil bersama pemilik lahan. Sistem ini dipilih agar program dapat berjalan berkelanjutan tanpa membebani keuangan desa, sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat pemilik lahan.
Suasana kegiatan terlihat antusias. Jajaran pemerintah desa, kecamatan, Polsek Ranteangi, dan pengurus BUMDes Tunas Harapan kompak berfoto bersama di lokasi penanaman sambil memegang spanduk bertuliskan “Program Ketahanan Pangan Penanaman Jagung BUMDes Tunas Harapan Desa Ulu Wawo”. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program produktif desa.
Ketua BUMDes Tunas Harapan Marhani Lowa menjelaskan, jenis bibit jagung yang ditanam terdiri dari tiga varietas untuk mengantisipasi kebutuhan pasar dan kondisi cuaca. “Kami menanam 1 kg jagung manis hibrida, 1 kg jagung ketang, dan 3 kg jagung hibrida. Dengan kombinasi ini, kami berharap hasil panen bisa memenuhi kebutuhan konsumsi warga dan juga memiliki nilai jual yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh proses penanaman hingga pemeliharaan akan melibatkan warga sebagai tenaga kerja. Skema bagi hasil diterapkan agar keuntungan yang diperoleh nantinya dibagi secara adil antara BUMDes dan pemilik lahan.
Kegiatan penanaman perdana dihadiri langsung oleh Kapolsek Ranteangi IPTU Iskandar Hodi, S.Pd., Kepala Desa Ulu Wawo Ali Munsir, S.A.P., Wakil Ketua BPD Desa Ulu Wawo Alkadar, Camat Wawo atau yang mewakili Roni Rasbi, S.Sos., PLD Desa Ulu Wawo Kurnia Darwis, serta seluruh perangkat desa.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Kecamatan dan Polsek
Kepala Desa Ulu Wawo Ali Munsir, S.A.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah desa dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat desa.
“Setelah budidaya bandeng berjalan baik, sekarang kita coba sektor pertanian jagung. Harapan kami, dengan luas lahan 40 are ini, hasilnya bisa membantu menstabilkan harga pangan di desa dan menjadi contoh pengelolaan BUMDes yang produktif,” kata Kades Ali Munsir.
Kapolsek Ranteangi IPTU Iskandar Hodi, S.Pd., mengapresiasi langkah Desa Ulu Wawo yang dinilai proaktif dalam membangun kemandirian pangan. Ia menekankan pentingnya pengawalan bersama agar program berjalan transparan dan tepat sasaran.
Camat Wawo yang diwakili oleh Roni Rasbi, S.Sos., menyatakan dukungan penuh pemerintah kecamatan terhadap program produktif yang dijalankan BUMDes Tunas Harapan. Menurutnya, inisiatif seperti ini layak menjadi percontohan bagi desa lain di Kecamatan Wawo.
PLD Desa Ulu Wawo Kurnia Darwis menegaskan bahwa pendampingan akan dilakukan secara berkala hingga masa panen. Sementara Wakil Ketua BPD Alkadar menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan aspirasi masyarakat untuk memperkuat ekonomi desa melalui BUMDes.
Dengan adanya program ganda budidaya ikan bandeng dan penanaman jagung, Desa Ulu Wawo optimis dapat memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa pada tahun 2025.





0 comments:
Posting Komentar