PEMDES ULU WAWO

Peringatan HUT RI Ke-80

PEMDES ULU WAWO

Perkantoran Desa Ulu Wawo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara

#KakaoUluWawo #DesaKakao #PetaniHebat #Kolaka Utara

Kakao menjadi komoditi unggulan yang menopang perekonomian warga Desa Ulu Wawo. Dari pantauan di lapangan, hamparan kebun kakao milik warga terlihat subur dengan buah lebat menggantung di batang pohon.

ULU WAWO FC

Peringatan HUT RI Ke-80.

PETA LOKASI KANTOR PEMDES ULU WAWO

https://pemdesuluwawo.blogspot.com

Selamat Datang di Pusat Informasi Pembangunan Desa Ulu Wawo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara

Rabu, 27 Mei 2026

Lapangan 45 Wawo Jadi Pusat Sholat Idul Adha 1447 H: Warga Ulu Wawo & Wawo Bersatu

Oleh : Admin Desa

WAWO – Ratusan warga dari Desa Ulu Wawo dan Desa Wawo memadati Lapangan 45 Wawo untuk melaksanakan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Rabu (27/5/2026). Pelaksanaan sholat id berjamaah di lapangan terbuka tersebut berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Sholat Idul Adha dimulai tepat pukul 07.00 WITA. Bertindak sebagai imam sholat adalah Saudara Muhammad Farel. Sementara khutbah Idul Adha disampaikan oleh Bapak Basok Akbar, S.Ag., M.Pd. Suasana syahdu terasa sejak takbir berkumandang, mengiringi kedatangan jamaah dari berbagai dusun yang datang bersama keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, sambutan Bupati Kolaka Utara dibacakan oleh Camat Wawo Bapak Hadi Suswanto, S.T., M.T. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H kepada seluruh masyarakat Kecamatan Wawo. Ia mengajak warga menjadikan momentum Idul Adha sebagai pengingat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial antar sesama.

“Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban. Ini adalah pengingat bagi kita semua untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh di tengah masyarakat Kecamatan Wawo,” ujar Hadi Suswanto saat membacakan sambutan Bupati di hadapan jamaah.

Dalam khutbahnya, Bapak Basok Akbar, S.Ag., M.Pd. mengangkat tema tentang hakikat kurban dan riwayat Nabi Ibrahim AS. Ia menjelaskan bahwa ibadah kurban adalah bentuk ketaatan tertinggi seorang hamba kepada Allah SWT, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim ketika diperintahkan menyembelih putranya, Ismail.

“Kurban mengajarkan kita tentang penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Bukan daging dan darahnya yang sampai kepada-Nya, melainkan ketakwaan kita. Melalui ibadah kurban, hati kita menjadi lebih bersih dan kepedulian sosial kita semakin kuat,” jelas Basok Akbar di hadapan ratusan jamaah.

Ia juga mengingatkan pentingnya mendistribusikan daging kurban secara merata, terutama kepada fakir miskin, anak yatim, dan keluarga yang membutuhkan. Menurutnya, semangat berbagi inilah yang menjadi inti dari perayaan Idul Adha setiap tahunnya agar makna hari raya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Usai sholat dan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban di masing-masing desa. Data dari panitia kurban Kecamatan Wawo mencatat total 39 ekor sapi disembelih secara serentak di tujuh desa.

Rinciannya, Desa Tinukari menyembelih 9 ekor sapi, Desa Salurengko 4 ekor sapi, Desa Puumbolo 7 ekor sapi, Desa Ulu Wawo 5 ekor sapi, Desa Wawo 9 ekor sapi, Desa Latawe 4 ekor sapi, dan Desa Walasiho 1 ekor sapi.

Proses penyembelihan dilakukan oleh panitia kurban di setiap desa dengan tetap memperhatikan syariat Islam dan standar kebersihan. Daging kurban kemudian dibagikan kepada warga, khususnya keluarga kurang mampu, anak yatim, dan janda.

Kepala Desa Ulu Wawo menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menyukseskan pelaksanaan Idul Adha tahun ini. Menurutnya, jumlah kurban yang mencapai 39 ekor menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat untuk berbagi dan berkurban.

“Kami bersyukur pelaksanaan sholat dan penyembelihan berjalan lancar. Terima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi, baik sebagai pekurban maupun panitia. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT dan menjadi berkah bagi masyarakat Ulu Wawo dan Wawo,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan silaturahmi antar warga di Lapangan 45 Wawo. Dengan terselenggaranya rangkaian kegiatan Idul Adha 1447 H ini, diharapkan semangat kebersamaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial di Kecamatan Wawo semakin menguat. Pemerintah Kecamatan Wawo juga mengimbau agar semangat Idul Adha terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari melalui aksi nyata berbagi dan membantu sesama 

 

 

 

 

 

Kamis, 21 Mei 2026

45 Ribu Bibit Kakao Siap Edar dari Desa Ulu Wawo, Petani Kecamatan Wawo Tak Perlu Jauh Cari Bibit

 Oleh : Admin Desa



Ulu Wawo
– Upaya penguatan sektor perkebunan kakao di Kolaka Utara mendapat dukungan dari inisiatif warga. Di Dusun I, Desa Ulu Wawo, Kecamatan Wawo, pembibitan kakao milik Bapak Benyamin H.S kini menjadi sumber bibit unggul bagi petani lokal dan daerah sekitarnya.

Pembibitan tersebut saat ini menampung 62.000 polybag bibit kakao. Tidak semua bibit bertahan hingga siap tanam. Menurut Bapak Benyamin H.S, dalam proses pembibitan kadang ada bibit yang mati akibat cuaca dan hama. Dari total tersebut, sekitar 45.000 bibit dalam kondisi hidup dan siap didistribusikan kepada petani.

Jenis bibit yang ditanam merupakan klon unggulan yang telah terbukti produktif. Di antaranya klon MCC 02, atau klon 45, BR 25, serta BB 01 atau yang dikenal petani sebagai klon Pejantan. Klon-klon ini dipilih karena memiliki daya tumbuh baik, tahan terhadap penyakit, dan sesuai dengan kondisi lahan di wilayah Kolaka Utara.

Suasana kerja di pembibitan tampak hidup saat dua orang pekerja terlihat bercerita di sela waktu istirahat. Keduanya duduk di bawah naungan paranet, dikelilingi ribuan bibit kakao yang tersusun rapi. Pemandangan ini menggambarkan keterlibatan langsung warga  dalam mengelola pembibitan sekaligus menjadi bukti bahwa usaha tersebut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Kehadiran pembibitan ini sangat membantu petani sekitar Kecamatan Wawo, khususnya Desa Ulu Wawo. Selama ini petani harus mencari bibit ke luar daerah dengan biaya transportasi yang tinggi. Dengan adanya pembibitan di desa sendiri, petani lebih mudah mendapatkan bibit berkualitas tanpa mengeluarkan ongkos besar.

Jangkauan penjualan bibit dari pembibitan milik Bapak Benyamin H.S pun sudah meluas. Selain melayani petani di Kecamatan Wawo, penjualan juga sudah menjangkau Kabupaten Konawe Selatan atau Konsel, bahkan hingga Kota Kendari. Hal ini menunjukkan kepercayaan petani terhadap kualitas bibit yang dihasilkan.

Upaya ini sejalan dengan program Bupati Kolaka Utara terkait revitalisasi kakao. Program tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao melalui peremajaan tanaman tua dan perluasan areal tanam dengan bibit bersertifikat. Pembibitan di Desa Ulu Wawo menjadi salah satu wujud dukungan masyarakat terhadap program tersebut.

Soal harga, pembibitan menawarkan skema yang fleksibel. Harga per pohon untuk pengambilan langsung di tempat pembibitan berkisar Rp7.000 hingga Rp8.000. Sementara untuk pengantaran sampai ke rumah pembeli, biaya disesuaikan dengan jarak lokasi. Kebijakan ini dinilai meringankan petani yang berada di wilayah yang lebih jauh.

Bagi petani, kelompok tani, maupun masyarakat umum yang membutuhkan bibit kakao unggul, dapat langsung menghubungi Bapak Benyamin H.S melalui nomor WhatsApp 085145671126. Ia juga bersedia memberikan konsultasi singkat terkait teknik penanaman dan perawatan bibit.

Dengan kapasitas 45.000 bibit hidup yang siap edar, pembibitan kakao di Desa Ulu Wawo diharapkan mampu mempercepat target revitalisasi kakao di Kolaka Utara. Petani pun berharap hasil panen ke depan meningkat seiring penggunaan bibit unggul yang mudah diakses di tingkat desa. 

Senin, 18 Mei 2026

Sukses Budidaya Bandeng, Kini Desa Ulu Wawo Ekspansi Tanam Jagung 40 Are

Oleh : Admin Desa

ULU WAWO – Program ketahanan pangan Desa Ulu Wawo tahun 2025 terus diperluas. Setelah sukses menjalankan budidaya ikan bandeng, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunas Harapan kini memulai penanaman jagung di atas lahan seluas 40 are sebagai langkah diversifikasi pangan dan peningkatan pendapatan desa.

Kegiatan penanaman dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 di Dusun I Desa Ulu Wawo. Lahan yang digunakan merupakan lahan sewa yang dikelola BUMDes dengan sistem bagi hasil bersama pemilik lahan. Sistem ini dipilih agar program dapat berjalan berkelanjutan tanpa membebani keuangan desa, sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat pemilik lahan.

Jajaran pemerintah desa, kecamatan, Polsek Ranteangi, dan pengurus BUMDes Tunas Harapan saat penanaman jagung program ketahanan pangan Desa Ulu Wawo di Dusun I, Oktober 2025.

Suasana kegiatan terlihat antusias. Jajaran pemerintah desa, kecamatan, Polsek Ranteangi, dan pengurus BUMDes Tunas Harapan kompak berfoto bersama di lokasi penanaman sambil memegang spanduk bertuliskan “Program Ketahanan Pangan Penanaman Jagung BUMDes Tunas Harapan Desa Ulu Wawo”. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program produktif desa.

Ketua BUMDes Tunas Harapan Marhani Lowa menjelaskan, jenis bibit jagung yang ditanam terdiri dari tiga varietas untuk mengantisipasi kebutuhan pasar dan kondisi cuaca. “Kami menanam 1 kg jagung manis hibrida, 1 kg jagung ketang, dan 3 kg jagung hibrida. Dengan kombinasi ini, kami berharap hasil panen bisa memenuhi kebutuhan konsumsi warga dan juga memiliki nilai jual yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh proses penanaman hingga pemeliharaan akan melibatkan warga sebagai tenaga kerja. Skema bagi hasil diterapkan agar keuntungan yang diperoleh nantinya dibagi secara adil antara BUMDes dan pemilik lahan.

Kegiatan penanaman perdana dihadiri langsung oleh Kapolsek Ranteangi IPTU Iskandar Hodi, S.Pd., Kepala Desa Ulu Wawo Ali Munsir, S.A.P., Wakil Ketua BPD Desa Ulu Wawo Alkadar, Camat Wawo atau yang mewakili Roni Rasbi, S.Sos., PLD Desa Ulu Wawo Kurnia Darwis, serta seluruh perangkat desa.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Kecamatan dan Polsek

Kepala Desa Ulu Wawo Ali Munsir, S.A.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah desa dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat desa.

“Setelah budidaya bandeng berjalan baik, sekarang kita coba sektor pertanian jagung. Harapan kami, dengan luas lahan 40 are ini, hasilnya bisa membantu menstabilkan harga pangan di desa dan menjadi contoh pengelolaan BUMDes yang produktif,” kata Kades Ali Munsir.

Kapolsek Ranteangi IPTU Iskandar Hodi, S.Pd., mengapresiasi langkah Desa Ulu Wawo yang dinilai proaktif dalam membangun kemandirian pangan. Ia menekankan pentingnya pengawalan bersama agar program berjalan transparan dan tepat sasaran.

Camat Wawo yang diwakili oleh Roni Rasbi, S.Sos., menyatakan dukungan penuh pemerintah kecamatan terhadap program produktif yang dijalankan BUMDes Tunas Harapan. Menurutnya, inisiatif seperti ini layak menjadi percontohan bagi desa lain di Kecamatan Wawo.

PLD Desa Ulu Wawo Kurnia Darwis menegaskan bahwa pendampingan akan dilakukan secara berkala hingga masa panen. Sementara Wakil Ketua BPD Alkadar menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan aspirasi masyarakat untuk memperkuat ekonomi desa melalui BUMDes.

Dengan adanya program ganda budidaya ikan bandeng dan penanaman jagung, Desa Ulu Wawo optimis dapat memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa pada tahun 2025.

Minggu, 17 Mei 2026

Mau Bikin KK dan Akta? Ngga Perlu ke Lasusua, Cukup Ke Kantor Desa Ulu Wawo

Oleh : Admin Desa

Pemerintah Desa Ulu Wawo, Kec. Wawo, Kab. Kolaka Utara mengumumkan bahwa layanan pembuatan dokumen Administrasi Kependudukan atau Adminduk kini dapat diakses secara gratis langsung di Kantor Pemdes Ulu Wawo.

Ini merupakan upaya mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan tanpa perlu jauh-jauh ke luar desa.

1. Lokasi dan Waktu Pelayanan

Lokasi: Kantor Pemdes Ulu Wawo
Waktu: Setiap jam kantor

Masyarakat dapat datang langsung pada jam kerja untuk mendapatkan pelayanan.

2. Jenis Layanan Adminduk yang Tersedia di Desa

Berikut layanan yang dapat diurus di Kantor Pemdes Ulu Wawo:

👉Penerbitan Akta Lahir

👉Penerbitan Akta Kematian

👉Pembuatan Kartu Keluarga (KK) Baru

👉Pindah Datang

👉Penambahan Keluarga karena Kelahiran

👉Penerbitan Ulang KK atau Akta yang Rusak/Hilang

      Syarat: Wajib membawa Surat Keterangan Hilang dari Polsek

👉Perbaikan Data Adminduk

     Syarat: Wajib membawa Ijazah atau dokumen dasar sebagai pendukung

3. Perhatian Khusus: Pengecualian KTP-ELUntuk layanan KTP-EL (Kartu Tanda Penduduk Elektronik), tidak dapat dilayani di desa.

Perekaman dan cetak KTP-EL harus dilakukan di Kantor Dukcapil Lasusua, karena alat perekaman dan pencetakan hanya tersedia di sana.

4. Informasi Lebih LanjutUntuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, silakan hubungi perangkat Desa Ulu Wawo atau datang langsung ke Kantor Pemdes pada jam kerja.

Mari manfaatkan layanan gratis ini untuk melengkapi dokumen kependudukan keluarga Anda. Dengan data yang lengkap dan akurat, akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial akan lebih mudah.

Bagikan informasi ini kepada keluarga, tetangga, dan warga Desa Ulu Wawo lainnya.

 

 

 

 

Sabtu, 16 Mei 2026

Penyaluran BLT-DD Tahap Pertama Desa Ulu Wawo Berjalan Lancar, 5 KPM Terima Bantuan untuk Januari–Maret 2026

Oleh : Admin Desa 

 
ULU WAWO – Pemerintah Desa Ulu Wawo menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap Pertama periode Januari–Maret 2026 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Balai Desa Ulu Wawo, Senin 13 April 2026. Penyaluran berlangsung tertib dan disaksikan langsung oleh unsur pemerintah desa, BPD, serta aparat keamanan.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Ulu Wawo, Ali Munsir, S.A.P. Turut hadir Ketua BPD Alkadar, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Desa Ulu Wawo sebagai bentuk pengawasan dan pengamanan agar proses penyaluran berjalan transparan dan akuntabel.
 
Pada tahap pertama ini, sebanyak 5 orang KPM menerima bantuan. Rinciannya, 1 laki-laki, 4 perempuan, dengan kategori penerima meliputi 1 orang lansia, 1 kepala rumah tangga perempuan atau janda, dan 1 orang penyandang disabilitas. Kehadiran penerima yang lengkap membuat proses verifikasi dan penyerahan bantuan berjalan cepat. 
 

Dalam sambutannya, Kepala Desa Ali Munsir menyampaikan bahwa jumlah penerima BLT-DD tahun 2026 mengalami pengurangan 
dibandingkan tahun sebelumnya. 
 
“Tahun lalu penerima BLT-DD di Desa Ulu Wawo sebanyak 27 KK. Tahun ini berkurang menjadi 5 KK. Ini bukan karena data yang dikurangi sembarangan, tetapi karena adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat dan penyesuaian kriteria penerima sesuai aturan yang berlaku,” jelas Kades.
 
Ia menambahkan, penerima yang ditetapkan merupakan warga yang benar-benar memenuhi syarat, yaitu keluarga miskin ekstrem, lansia tunggal, penyandang disabilitas, dan kepala rumah tangga perempuan yang tidak memiliki penghasilan tetap. Data tersebut telah melalui musyawarah desa dan verifikasi bersama BPD serta pendamping desa. 

Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp900.000 untuk periode tiga bulan, atau Rp300.000 per bulan. Bantuan diserahkan secara tunai dan langsung ditandatangani dalam berita acara oleh masing-masing penerima.

Dalam arahannya, Kades Ali Munsir berpesan agar dana yang diterima digunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan pokok keluarga.

“Gunakan uang ini untuk membeli beras, lauk, obat, dan kebutuhan dasar lainnya. Jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak penting. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban bapak ibu di tengah kondisi ekonomi saat ini,” tegasnya.

Ketua BPD Alkadar juga mengapresiasi proses penyaluran yang berjalan transparan. Ia mengajak masyarakat untuk mengawasi bersama agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Sementara itu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang hadir memastikan situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung. Kehadiran aparat keamanan menjadi bentuk komitmen TNI-Polri dalam mengawal program pemerintah desa. 

Penyaluran BLT-DD Tahap Pertama ini menjadi bukti komitmen Pemdes Ulu Wawo dalam menjaga kesejahteraan warga miskin dan rentan.