Selamat Datang di Pusat Informasi Pembangunan Desa Ulu Wawo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara

Kamis, 21 Mei 2026

45 Ribu Bibit Kakao Siap Edar dari Desa Ulu Wawo, Petani Kecamatan Wawo Tak Perlu Jauh Cari Bibit

 Oleh : Admin Desa



Ulu Wawo
– Upaya penguatan sektor perkebunan kakao di Kolaka Utara mendapat dukungan dari inisiatif warga. Di Dusun I, Desa Ulu Wawo, Kecamatan Wawo, pembibitan kakao milik Bapak Benyamin H.S kini menjadi sumber bibit unggul bagi petani lokal dan daerah sekitarnya.

Pembibitan tersebut saat ini menampung 62.000 polybag bibit kakao. Tidak semua bibit bertahan hingga siap tanam. Menurut Bapak Benyamin H.S, dalam proses pembibitan kadang ada bibit yang mati akibat cuaca dan hama. Dari total tersebut, sekitar 45.000 bibit dalam kondisi hidup dan siap didistribusikan kepada petani.

Jenis bibit yang ditanam merupakan klon unggulan yang telah terbukti produktif. Di antaranya klon MCC 02, atau klon 45, BR 25, serta BB 01 atau yang dikenal petani sebagai klon Pejantan. Klon-klon ini dipilih karena memiliki daya tumbuh baik, tahan terhadap penyakit, dan sesuai dengan kondisi lahan di wilayah Kolaka Utara.

Suasana kerja di pembibitan tampak hidup saat dua orang pekerja terlihat bercerita di sela waktu istirahat. Keduanya duduk di bawah naungan paranet, dikelilingi ribuan bibit kakao yang tersusun rapi. Pemandangan ini menggambarkan keterlibatan langsung warga  dalam mengelola pembibitan sekaligus menjadi bukti bahwa usaha tersebut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Kehadiran pembibitan ini sangat membantu petani sekitar Kecamatan Wawo, khususnya Desa Ulu Wawo. Selama ini petani harus mencari bibit ke luar daerah dengan biaya transportasi yang tinggi. Dengan adanya pembibitan di desa sendiri, petani lebih mudah mendapatkan bibit berkualitas tanpa mengeluarkan ongkos besar.

Jangkauan penjualan bibit dari pembibitan milik Bapak Benyamin H.S pun sudah meluas. Selain melayani petani di Kecamatan Wawo, penjualan juga sudah menjangkau Kabupaten Konawe Selatan atau Konsel, bahkan hingga Kota Kendari. Hal ini menunjukkan kepercayaan petani terhadap kualitas bibit yang dihasilkan.

Upaya ini sejalan dengan program Bupati Kolaka Utara terkait revitalisasi kakao. Program tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao melalui peremajaan tanaman tua dan perluasan areal tanam dengan bibit bersertifikat. Pembibitan di Desa Ulu Wawo menjadi salah satu wujud dukungan masyarakat terhadap program tersebut.

Soal harga, pembibitan menawarkan skema yang fleksibel. Harga per pohon untuk pengambilan langsung di tempat pembibitan berkisar Rp7.000 hingga Rp8.000. Sementara untuk pengantaran sampai ke rumah pembeli, biaya disesuaikan dengan jarak lokasi. Kebijakan ini dinilai meringankan petani yang berada di wilayah yang lebih jauh.

Bagi petani, kelompok tani, maupun masyarakat umum yang membutuhkan bibit kakao unggul, dapat langsung menghubungi Bapak Benyamin H.S melalui nomor WhatsApp 085145671126. Ia juga bersedia memberikan konsultasi singkat terkait teknik penanaman dan perawatan bibit.

Dengan kapasitas 45.000 bibit hidup yang siap edar, pembibitan kakao di Desa Ulu Wawo diharapkan mampu mempercepat target revitalisasi kakao di Kolaka Utara. Petani pun berharap hasil panen ke depan meningkat seiring penggunaan bibit unggul yang mudah diakses di tingkat desa. 

0 comments:

Posting Komentar