Oleh : Admin Desa
![]() |
Operator Desa Ulu Wawo sedang melakukan penginputan data Indeks Desa Membangun di Kantor Desa. Data yang diinput menjadi dasar perencanaan dan penyaluran bantuan untuk desa. |
Pantauan di Kantor Desa Ulu Wawo, Kamis [30/7/2026], terlihat operator desa sedang melakukan penginputan data melalui aplikasi ID di komputer. Tumpukan dokumen, monografi desa, dan data pendukung lainnya disiapkan di atas meja untuk memastikan setiap data yang masuk sesuai kondisi real di lapangan.
Sekretaris Desa Ulu Wawo menyampaikan bahwa penginputan Indeks Desa bukan sekadar kewajiban administrasi. Data yang dimasukkan ke dalam sistem akan menjadi cerminan kondisi nyata desa di 3 dimensi utama, yaitu Ketahanan Sosial, Ketahanan Ekonomi, dan Ketahanan Ekologi.
“Melalui ID kita bisa tahu posisi Desa Ulu Wawo saat ini. Apakah masih berkembang, sudah maju, atau butuh intervensi khusus. Dari situ baru kita bisa susun program yang tepat sasaran,” ujarnya.
Tujuan Penginputan Indeks Desa
Ada 5 tujuan utama dari penginputan Indeks Desa yang dilakukan pemerintah desa bersama operator dan pendamping desa:
Pertama, Mengukur Tingkat Kemajuan dan Kemandirian Desa.
Hasil ID akan mengelompokkan desa ke dalam 5 kategori: Sangat Tertinggal, Tertinggal, Berkembang, Maju, dan Mandiri. Kategori ini jadi tolok ukur keberhasilan pembangunan.
Kedua, Menjadi Dasar Perencanaan Pembangunan.
Data ID digunakan sebagai rujukan dalam penyusunan RPJMDes dan RKPDes. Misalnya jika indeks pendidikan rendah, maka program prioritas bisa diarahkan ke literasi, perpustakaan desa, atau kerja sama dengan mahasiswa KKN UHO.
Ketiga, Penentu Alokasi Dana dan Bantuan.
Kementerian Desa, Pemerintah Provinsi Sultra, dan Pemkab Kolaka Utara menggunakan data ID untuk menentukan besaran Dana Desa dan bantuan lainnya. Desa dengan indeks rendah biasanya mendapat prioritas program.
Keempat, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan.
Dengan penginputan rutin setiap tahun, pemerintah bisa melihat grafik perkembangan Desa Ulu Wawo. Apakah akses air bersih meningkat, UMKM bertumbuh, atau angka stunting menurun.
Kelima, Mewujudkan Transparansi Data.
Semua data yang diinput bersifat terbuka dan bisa diakses publik. Hal ini untuk memastikan pembangunan desa berjalan akuntabel dan tidak berdasarkan kira-kira.
Dukungan Semua Pihak
Dalam dimensi sosial, data yang dikumpulkan meliputi jumlah Posyandu, angka putus sekolah, dan kegiatan adat. Untuk ekonomi, dilihat dari keberadaan BUMDes, kelompok tani, dan akses ke pasar. Sementara ekologi mencakup sanitasi, air bersih, dan kerawanan bencana.
Pemerintah Desa Ulu Wawo mengajak seluruh Kepala Dusun, BUMDes, sekolah, dan puskesmas untuk membantu melengkapi data agar hasilnya valid.
“Kami berharap warga juga mendukung. Karena data yang benar akan membawa program yang benar pula untuk Desa Ulu Wawo,” tutup Sekdes.
Dengan penginputan ID yang akurat, diharapkan Desa Ulu Wawo bisa naik kelas menjadi desa mandiri dan seluruh program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.









